Lampiran

Lampiran A–G

Lampiran A: Checklist Sebelum Mengirim File ke Klien

  • Apakah semua file sudah dalam format yang diminta (JPG, PNG, PDF, AI, PSD, dll)?
  • Apakah ukuran/resolusi file sudah sesuai kebutuhan (digital atau cetak)?
  • Apakah warna sudah sesuai mode yang tepat (RGB untuk digital, CMYK untuk cetak)?
  • Apakah font sudah di-convert ke outline/curves (khusus file vektor untuk cetak)?
  • Apakah semua layer yang tidak terpakai sudah dirapikan atau dihapus?
  • Apakah nama file sudah jelas dan mengikuti format penamaan yang disepakati?
  • Apakah file final sudah dipisahkan dari file draft/kerja?
  • Apakah tidak ada typo pada teks di dalam desain?
  • Apakah desain sudah dicek ulang terhadap brief awal?

Lampiran B: Checklist Revisi Desain

  • Apakah revisi yang diminta klien sudah dicatat secara spesifik (bukan hanya "kurang menarik")?
  • Apakah revisi tetap konsisten dengan brand guideline yang berlaku?
  • Apakah perubahan pada satu elemen sudah dicek dampaknya ke elemen lain?
  • Apakah versi sebelumnya tetap disimpan sebagai cadangan sebelum revisi dilakukan?
  • Apakah jumlah revisi masih dalam batas yang disepakati di awal proyek?
  • Apakah hasil revisi sudah dikonfirmasi ulang ke klien sebelum dianggap final?

Lampiran C: Format Penamaan File

Penamaan file yang konsisten membantu proses pencarian dan menghindari kebingungan saat bekerja dalam tim. Format yang disarankan:

[NamaProyek]_[JenisAset]_[Versi].[ekstensi]

Contoh:
BrandABC_Logo_v01.ai
BrandABC_FeedInstagram_Final.png
BrandABC_Banner_Final_Approved.jpg

Hindari nama file seperti "Final Banget.ai" atau "Revisi Lagi.ai" karena tidak informatif dan berisiko membingungkan saat proyek berjalan lama atau dikerjakan bersama tim.

Lampiran D: Format Folder Project

Struktur folder yang konsisten di setiap proyek mempermudah kolaborasi dan pencarian file di kemudian hari.

[Nama Proyek]
├── 01_Brief
├── 02_Riset & Referensi
├── 03_Assets
│   ├── Font
│   ├── Icon
│   ├── Image
│   └── Logo
├── 04_Draft
├── 05_Final
└── 06_Export

Lampiran E: Daftar Ukuran Desain Media Sosial

Berikut ukuran standar yang umum digunakan per platform (dalam piksel). Ukuran platform dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk selalu memverifikasi ukuran terbaru sebelum memulai desain.

PlatformJenisUkuran
InstagramFeed (potret)1080 x 1350 px (4:5)
InstagramFeed (persegi)1080 x 1080 px (1:1)
InstagramStory / Reels1080 x 1920 px (9:16)
FacebookPost1200 x 630 px
FacebookCover Photo820 x 312 px
LinkedInPost1200 x 627 px
LinkedInCompany Banner1128 x 191 px
TikTokVideo/Cover1080 x 1920 px (9:16)
YouTubeThumbnail1280 x 720 px
YouTubeChannel Banner2560 x 1440 px

Lampiran F: Template Design Brief

Template ini merangkum 9 poin design brief yang sudah dibahas di Bab 2, disusun dalam format isian siap pakai:

DESIGN BRIEF

Nama Proyek       : ______________________
Tanggal           : ______________________

1. Latar Belakang Proyek
2. Tujuan Desain
3. Target Audiens
4. Media yang Digunakan
5. Ukuran Desain
6. Identitas Brand (warna, font, gaya visual)
7. Referensi Visual
8. Deadline
9. Output yang Diharapkan

Lampiran G: Glosarium

Agency
Perusahaan kreatif yang menangani proyek desain dari berbagai klien lintas industri.
Alignment
Prinsip perataan elemen desain agar memiliki garis imajiner yang sama.
Analogous
Skema warna menggunakan beberapa warna yang saling berdekatan pada roda warna.
Ascender
Bagian huruf kecil yang menjulang ke atas, misalnya pada huruf b, d, h.
Balance
Distribusi elemen visual agar desain terasa stabil dan tidak berat sebelah.
Baseline
Garis imajiner tempat huruf berdiri dalam sebuah teks.
Brand Guideline
Dokumen berisi aturan penggunaan identitas visual sebuah brand.
Branding
Proses membangun persepsi, citra, dan pengalaman audiens terhadap sebuah bisnis atau brand.
Case Study
Penjabaran proses berpikir di balik sebuah proyek desain, dari latar belakang hingga hasil akhir.
Color Wheel
Alat visual yang menunjukkan hubungan antarwarna.
Complementary
Skema warna menggunakan dua warna yang saling berlawanan pada roda warna.
Composition
Cara menyusun elemen desain agar menghasilkan tampilan yang seimbang dan harmonis.
CTA (Call-to-Action)
Ajakan yang mendorong audiens melakukan tindakan tertentu setelah melihat desain.
Design Brief
Dokumen berisi kebutuhan proyek desain sebagai panduan kerja desainer.
Design Thinking
Pendekatan kreatif menyelesaikan masalah dengan menempatkan kebutuhan pengguna sebagai fokus utama.
Freelancer
Desainer yang bekerja mandiri menangani proyek dari berbagai klien.
Grid System
Sistem garis bantu untuk menyusun elemen desain secara konsisten.
Hierarchy (Visual Hierarchy)
Urutan perhatian audiens saat melihat sebuah desain.
In-house
Status desainer yang bekerja tetap untuk satu perusahaan atau brand tertentu.
Kerning
Pengaturan jarak antara dua huruf tertentu, biasa dipakai pada logo atau judul.
Leading
Jarak antar baris teks dalam sebuah paragraf.
Mockup
Rancangan visual yang menampilkan bagaimana sebuah desain akan terlihat pada media nyata.
Monochromatic
Skema warna menggunakan satu warna dengan variasi tingkat terang, gelap, atau intensitas.
Moodboard
Kumpulan referensi visual untuk menentukan arah gaya sebuah desain.
Personal Branding
Upaya membangun citra profesional diri sendiri agar dikenal recruiter atau calon klien.
Portfolio
Kumpulan hasil karya yang menunjukkan kemampuan dan proses berpikir seorang desainer.
Proximity
Prinsip mengelompokkan elemen yang berhubungan agar lebih mudah dipahami audiens.
Raster
Jenis gambar berbasis piksel; kualitasnya menurun jika diperbesar melebihi resolusi aslinya.
Rule of Thirds
Prinsip komposisi yang membagi bidang desain menjadi sembilan bagian.
Sans Serif
Klasifikasi typeface tanpa garis kecil di ujung huruf; kesan modern dan bersih.
Serif
Klasifikasi typeface dengan garis kecil di ujung huruf; kesan formal dan tradisional.
Split Complementary
Skema warna menggunakan satu warna utama dan dua warna di sisi warna komplemennya.
Stock Photo
Foto yang tersedia untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan desain.
Tetradic
Skema warna menggunakan empat warna yang membentuk persegi panjang pada roda warna.
Tracking
Pengaturan jarak antar huruf secara keseluruhan dalam satu kata atau paragraf.
Triadic
Skema warna menggunakan tiga warna berjarak sama pada roda warna.
Typeface
Keluarga atau desain huruf secara keseluruhan, contohnya Poppins atau Montserrat.
Value Proposition
Alasan atau keunggulan yang membuat audiens memilih sebuah produk atau layanan.
Vektor
Jenis gambar berbasis garis dan titik matematis; kualitasnya tetap tajam di ukuran berapa pun.
Visual Identity
Kumpulan elemen visual yang digunakan konsisten untuk membangun identitas brand.
White Space
Ruang kosong di antara elemen desain yang membantu meningkatkan keterbacaan.
Wireframe
Rancangan dasar sebuah layout, biasanya berupa kerangka tanpa detail visual lengkap.
X-Height
Tinggi huruf kecil non-ascender/descender, seperti huruf x, dalam sebuah typeface.