Design Assets & Resources
Learning Objectives
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
- Memahami pentingnya penggunaan aset dalam proses desain.
- Mengenal berbagai jenis aset yang digunakan oleh Graphic Designer.
- Mengetahui sumber aset desain yang legal dan berkualitas.
- Memahami lisensi penggunaan aset digital.
- Mengelola aset desain agar lebih terorganisir dan mudah digunakan kembali.
10.1 Apa itu Design Assets?
Design Assets adalah berbagai elemen pendukung yang digunakan untuk mempercepat proses pembuatan desain, seperti font, ikon, ilustrasi, foto, mockup, hingga template.
Penggunaan design assets bukan berarti mengurangi kreativitas. Sama seperti seorang koki yang tidak perlu menanam sayurannya sendiri untuk memasak hidangan yang bagus, seorang desainer tidak harus membuat semua elemen visual dari nol untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Seorang Graphic Designer diminta membuat desain promosi peluncuran produk baru dalam waktu satu hari.
Alih-alih membuat ikon dan mockup dari nol, desainer dapat menggunakan aset yang telah tersedia kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan brand.
10.2 Jenis-Jenis Design Assets
Font
Aset paling penting dalam desain. Sebelum menggunakan, pastikan lisensinya sesuai untuk penggunaan pribadi maupun komersial.
Icon
Membantu menyampaikan informasi secara cepat. Gunakan gaya visual yang konsisten agar desain terlihat profesional.
Illustration
Memperkuat storytelling dan karakter desain. Bisa Flat, Isometric, Hand-drawn, atau Vector illustration.
Stock Photo
Perhatikan kualitas gambar, relevansi pesan, konsistensi gaya visual, dan lisensi penggunaan.
Mockup
Menampilkan bagaimana desain akan terlihat pada media nyata, seperti kemasan, kaos, laptop, billboard.
Template
Desain yang dapat digunakan kembali, tetap perlu disesuaikan agar hasilnya tidak terlihat generik.
Keenam jenis aset ini punya risiko yang sama jika dipakai tanpa penyesuaian: audiens bisa jadi pernah melihat aset yang sama dipakai brand lain. Karena itu, modifikasi kecil, seperti menyesuaikan warna dengan identitas brand, tetap penting dilakukan.
10.3 Memilih Design Assets yang Tepat
Saat memilih aset, pertimbangkan: Apakah aset sesuai dengan karakter brand? Apakah kualitas aset cukup baik? Apakah gaya visualnya konsisten? Apakah lisensinya mengizinkan penggunaan komersial?
Menggunakan terlalu banyak aset yang berbeda justru dapat membuat desain terlihat tidak konsisten, misalnya mencampur ilustrasi flat dengan hand-drawn dalam satu desain.
10.4 Memahami Lisensi Aset Digital
- Free for Personal Use. Hanya untuk keperluan pribadi, tidak untuk proyek komersial.
- Free for Commercial Use. Boleh digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun komersial.
- Attribution Required. Boleh digunakan, wajib mencantumkan kredit kepada pembuatnya.
- Premium License. Hanya dapat digunakan setelah membeli lisensi atau berlangganan.
Menggunakan aset tanpa memperhatikan lisensi dapat menimbulkan pelanggaran hak cipta. Klien atau perusahaan yang memakai aset ilegal bisa menghadapi masalah hukum nyata, dan sebagai desainer, Andalah yang biasanya paling awal disalahkan jika hal ini terjadi.
10.5 Mengelola Design Assets
Semakin banyak proyek yang dikerjakan, semakin banyak pula aset yang dimiliki. Oleh karena itu, Graphic Designer perlu memiliki sistem penyimpanan yang rapi, misalnya folder terpisah untuk Fonts, Icons, Mockups, Photos, Illustrations, Textures, Brushes, dan Templates.
10.6 Membangun Personal Asset Library
Seiring bertambahnya pengalaman, setiap Graphic Designer sebaiknya mulai membangun perpustakaan aset pribadi berisi font favorit, ikon yang sering digunakan, mockup berkualitas, template, palet warna, brush, tekstur, dan foto referensi. Library ini idealnya terus tumbuh seiring waktu, bukan dibangun sekali lalu dibiarkan statis.
10.7 Etika Menggunakan Aset Desain
- Jangan mengklaim karya orang lain sebagai hasil karya sendiri.
- Patuhi lisensi penggunaan aset.
- Berikan atribusi jika diwajibkan.
- Hindari mengunduh aset dari sumber yang tidak resmi.
- Gunakan aset sebagai pendukung, bukan sebagai keseluruhan hasil desain.
Jangan hanya mengumpulkan aset sebanyak mungkin. Lebih baik memiliki 50 font yang terorganisir dengan baik daripada ribuan font yang tidak pernah digunakan.
Summary
Design Assets merupakan elemen pendukung yang membantu Graphic Designer bekerja lebih efisien tanpa mengurangi kualitas hasil desain. Selain memilih aset yang tepat, perlu memperhatikan lisensi, mengelola aset secara terstruktur, serta membangun personal asset library.
"Aset yang baik mempercepat proses desain, tetapi keputusan desain tetap berada di tangan Anda."
Gunakan aset sebagai alat bantu, bukan sebagai jalan pintas. Pilih, modifikasi, dan kombinasikan aset dengan prinsip desain yang tepat agar setiap karya tetap memiliki karakter dan relevansi.