Design Tools & Software
Learning Objectives
Setelah mempelajari bab ini, Anda diharapkan mampu:
- Mengenal berbagai software yang digunakan dalam Graphic Design.
- Memahami fungsi dan keunggulan masing-masing software.
- Memilih software yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
- Memahami format file desain beserta penggunaannya.
- Mengetahui workflow penggunaan software dalam proses desain.
9.1 Mengapa Graphic Designer Perlu Menguasai Berbagai Software?
Software merupakan alat yang membantu Graphic Designer menuangkan ide menjadi karya visual. Setiap software memiliki fungsi, kelebihan, dan karakteristik yang berbeda.
Tidak ada satu software yang dapat mengerjakan seluruh kebutuhan desain secara optimal. Namun, penting diingat bahwa software hanyalah alat. Dua orang bisa menggunakan software yang sama persis, tetapi menghasilkan kualitas desain yang sangat berbeda, karena yang membedakan bukan alatnya, melainkan cara berpikir di baliknya.
Seorang Graphic Designer diminta membuat Logo perusahaan, Feed Instagram, Banner website, Company profile, dan Mockup kemasan produk.
Seluruh proyek tersebut dapat menggunakan software yang berbeda sesuai kebutuhan agar proses kerja lebih efisien.
9.2 Software Graphic Design yang Paling Banyak Digunakan
Adobe Photoshop
Berbasis raster untuk mengolah foto dan kebutuhan desain digital. Fungsi utama: Photo editing, manipulasi gambar, social media design, poster, thumbnail.
Adobe Illustrator
Berbasis vektor, hasil tetap tajam pada berbagai ukuran. Fungsi utama: Logo, branding, ilustrasi, packaging, infografik, icon.
Affinity
Alternatif populer selain software Adobe, menggabungkan tiga mode kerja dalam satu aplikasi: mode vektor, mode raster, dan mode layout. Cocok untuk logo, ilustrasi, editing foto, hingga desain multi-halaman.
Figma
Berbasis cloud untuk UI Design, wireframe, prototype. Kolaborasi real-time, mudah dibagikan ke tim.
Keempat software ini mewakili beberapa kategori utama: berbasis raster (Photoshop, serta mode raster di Affinity) yang unggul untuk foto dan manipulasi gambar, dan berbasis vektor (Illustrator, mode vektor di Affinity, Figma) yang unggul untuk logo, ilustrasi, dan desain skalabel. Affinity sendiri unik karena menggabungkan kedua kategori itu sekaligus dalam satu aplikasi, tanpa perlu berpindah software.
9.3 Memilih Software yang Tepat
Proyek editing foto atau manipulasi gambar lebih cocok dikerjakan di software berbasis raster, sedangkan proyek logo, branding, atau ilustrasi lebih cocok di software berbasis vektor. Untuk proyek yang butuh kolaborasi tim real-time, software berbasis cloud seperti Figma menjadi pilihan yang relevan.
Banyak Graphic Designer menggunakan kombinasi beberapa software dalam satu proyek, misalnya membuat ilustrasi di software vektor lalu menyempurnakan komposisi akhirnya di software raster.
9.4 Mengenal Format File Desain
JPG / JPEG. Ukuran file relatif kecil, cocok untuk foto, tidak mendukung transparansi.
PNG. Mendukung background transparan, kualitas lebih baik dibanding JPG. Sering untuk logo, icon, ilustrasi.
PDF. Layout tetap konsisten, mudah dibuka di berbagai perangkat, cocok untuk cetak maupun presentasi.
AI. Format asli Adobe Illustrator, digunakan ketika file masih perlu diedit.
PSD. Format asli Adobe Photoshop, seluruh layer tetap tersimpan untuk memudahkan revisi.
SVG. Format vektor untuk website, tetap tajam pada berbagai ukuran, ukuran file ringan.
Sebagai patokan singkat: gunakan JPG untuk foto tanpa transparansi, PNG saat butuh transparansi, PDF/AI/PSD saat file masih perlu diedit lebih lanjut, dan SVG khusus kebutuhan web berbasis vektor.
9.5 Asset Pendukung Graphic Designer
Selain software, Graphic Designer juga membutuhkan aset pendukung seperti Font, Icon, Mockup, Stock Photo, Ilustrasi, Pattern, Brush, dan Texture. Pastikan untuk memahami lisensi penggunaannya. Pembahasan lebih lengkap dibahas di Bab 10.
9.6 Workflow Menggunakan Software
- Menerima brief.
- Membuat wireframe atau sketsa.
- Mendesain menggunakan software yang sesuai.
- Review dan revisi.
- Export sesuai kebutuhan.
- Menyerahkan file final kepada klien.
Workflow ini adalah versi yang lebih teknis dari workflow umum yang sudah dibahas di Bab 2, dengan penekanan khusus pada pemilihan software di tiap tahapnya.
9.7 Tips Mengelola File Desain
- Gunakan nama file yang jelas dan konsisten.
- Simpan file master secara terpisah dari file hasil ekspor.
- Buat folder berdasarkan proyek atau klien.
- Simpan aset pendukung dalam folder khusus.
- Gunakan layanan cloud storage sebagai cadangan.
- Lakukan backup secara berkala.
Biasakan menyimpan file secara bertahap dengan penamaan versi, misalnya Logo_v01.ai, Logo_v02.ai, Logo_Final.ai. Hindari nama file seperti "Final Banget.ai" karena dapat membingungkan saat bekerja dalam tim.
Summary
Software merupakan alat penting yang membantu Graphic Designer menghasilkan berbagai karya visual. Selain menguasai software, seorang Graphic Designer juga perlu memahami format file, mengelola aset desain, serta menerapkan manajemen file yang baik.
"Menguasai banyak software memang bermanfaat, tetapi menguasai prinsip desain akan membuat Anda mampu beradaptasi dengan software apa pun."
Jika Anda memahami prinsip desain, layout, warna, tipografi, dan komunikasi visual, proses mempelajari software baru akan jauh lebih mudah.